Akhirnya jadi juga menonton film ini. Waktu itu sempat berencana nonton bareng istri di Jakarta, tapi berhubung ini film rada berat dan istri rada males jadinya kami nonton film yang lain. Hehehe.
Seperti biasa, setiap film hendak mulai, para penonton harus berdiri dulu menghormati Raja. Lama-lama jadi hafal juga nih dengan lagu kerajaan Thailand. Hehehe.
Film mulai.
Terus terang, saya belum pernah membaca bukunya. Sempat sih membaca beberapa email (walaupun tidak dibaca sampai selesai) tentang berbagai komentar dan hubungannya dengan sejarah Kristen dan Katolik. Well, saya bukan ahli sejarah dan juga bukan guru agama jadi saya tidak akan membahas benar tidaknya fakta sejarah yang disebutkan dalam film tersebut. Hehehe.
Ceritanya tentang seorang Profesor dari Harvard yang ahli di bidang simbol, bernama Robert Langdon. Dia sedang dalam perjalanan bisnis di Paris dan mendapat pesan penting sehubungan dengan terbunuhnya kurator bernama Jacques Sauniere di museum. Sauniere meninggal dengan posisi telanjang, mirip seperti posisi yang digambarkan dalam salah satu lukisan Leonardo Da Vinci. Pada dadanya tergambar pentagram.
Catatan pinggir: Pentagram sering diasosiasikan dengan mistis. Dahulu penganut agama Kristen sering menggunakannya untuk menggambarkan kelima penderitaan Yesus, tapi sekarang dalam kehidupan modern sering dihubungkan dengan aliran Setan. Hiiiii, bayangkan Pancasila kita aja memakai simbol bintang (pentagram). Just intermezzo, huehehehe…
Selain pentagram pada dadanya, terdapat pula tulisan di sebelah mayatnya yang berisi kode yang mengarahkan mereka ke lukisan Monalisa. Di sekitar lukisan Monalisa mereka mendapatkan tulisan lain yang setelah mereka pecahkan ternyata menunjuk pada lukisan Madonna of the Rocks (Virgin of the Rocks), sebuah lukisan lain Leonardo Da Vinci. Di balik lukisan ini mereka dapatkan sebuah kunci yang disebut juga dengan kunci keystone. Saat itu mereka tidak tahu kunci keystone ini untuk apa.
Sang kurator, sebenarnya dibunuh oleh Silas, seorang monk yang albino. Sang kurator dibunuh karena mempertahankan sebuah rahasia. Silas meminta sang Kurator memberitahukan dimana kunci keystone berada. Kunci untuk sebuah rahasia yang tersimpan selama lebih dari 2000 tahun. Wah, pasti hebat nih rahasianya yach? Yach, kira-kira begitulah yang dihebohkan orang-orang sedunia… Hehehe. Sebelum ditembak, sang kurator memberitahukan dimana kunci tersebut berada, tapi itu informasi boongan.
Silas ini sebenarnya hanyalah seorang pelaksana. Dia mendapat perintah dari seseorang yang bernama “The Teacher”. Latar belakang Silas adalah seorang kriminal yang membunuh Bapaknya, namun dia diselamatkan dan bertobat menjadi seorang Katolik. Penyelamatnya adalah seorang bishop yang bernama Aringarosa yang belakangan menjadi ketua Opus Dei. Silas menyiksa dirinya sendiri untuk dapat merasakan sakitnya siksaan bagi Yesus dahulu kala. Ck ck ck… Sang bishop lah yang menghubungkan Silas dengan “The Teacher” untuk tujuan mencari kunci keystone. “The Teacher” memerintahkan Silas untuk membunuh para pemimpin Priory of Sion untuk mendapatkan kunci Keystone dengan alasan untuk mempertahankan Firman Tuhan.
Priory of Sion adalah sebuah organisasi yang disebutkan bertujuan untuk membantu Gereja Katolik, memberitakan kebenaran. Sementara Opus Dei adalah kumpulan pimpinan kelas internasional dari Gereja Katolik Roma. Keduanya kelihatannya digambarkan saling berseberangan dalam film ini.
Kenapa Prof Robert Langdon terlibat? Kalau diperhatikan sih sebabnya karena dialah yang dapat membantu memecahkan berbagai kode yang diberikan oleh sang Kurator. Sophie Neveu yang awalnya diyakini sebagai cucu sang kurator memang bukan untuk memecahkan kode-kode dan misteri. Tetapi Sophie dengan berbagai memori yang ada padanya membantu Professor Langdon untuk memecahkan misteri.
Sejak tubuh Sauriene (sang kurator) ditemukan, seorang kapten penyelidik menganggap Prof Langdon sebagai pembunuh Sauniere karena tulisan yang ada di sekitar tubuh sang Kurator yang sudah mati. Karena itu dia mengejar Prof Langdon untuk ditangkap. Tapi belakangan si polisi juga tahu kalau sebenarnya Prof Langton bukan pembunuh.
OK, akhirnya kunci sudah dipegang oleh Prof Langdon dan Sophie. Mereka pergi menuju alamat yang tertulis disitu, yaitu kantor deposit box milik Bank of Zurich cabang Paris. Tempat dimana orang-orang (termasuk para kriminal) dengan aman dapat menyimpan sesuatu yang sangat berharga. Terlihat, walaupun Prof Langdon sudah masuk dalam daftar most wanted, mereka diizinkan masuk dan membuka deposit box.
Catatan pinggir: Wah, asik juga nih. Entar kalau saya punya top secret, saya akan ingat untuk menyimpannya di deposit box Bank of Zurich. Hehehe… I wonder berapa banyak orang Indonesia yang punya deposit box di sana.
Deposit box dibuka dan ternyata berisi keystone dimana didalamnya berisi informasi dimana Holy Grail berada. Keystone ini berbentuk sebuah tabung silinder yang baru bisa dibuka apabila kedua kode dapat dipecahkan. Kalau dipaksa dibuka maka cairan asam didalamnya akan merusak surat pesan yang ditulis pada daun papyrus. Tabung silinder ini diciptakan oleh Leonardo Da Vinci.
Professor Langdon dan Sophia akhirnya pergi ke rumah Sir Leigh Teabing, seorang teman lama sang Professor.
Mengapa Holy Grail? Pada dasarnya Holy Grail ini dihubungkan dengan cawan yang digunakan oleh Yesus pada perjamuan kudus terakhir. Leigh menceritakan panjang lebar dalam film ini. Diyakini bahwa cawan ini dapat memberikan kekuatan dan kesaktian yang hebat. Banyak cerita dan tulisan tentang Holy Grail, tapi rasanya diserahkan kepada pembaca saja untuk mendalaminya. Hehehe. Singkat cerita, dalam film ini Holy Grail yang dimaksud bukanlah cawan yang bersangkutan. Leonardo Da Vinci tidak melukis cawan perjamuan kudus disitu. Sebenarnya Da Vinci mengetahui bahwa Maria Magdalena lah yang dimaksud dengan Holy Grail. Leonardo menunjukkannya melalui posisi badan Yesus, Maria dan Simon Petrus yang membentuk huruf M besar.
Film ini juga menceritakan bahwa Maria Magdalena adalah istri dari Yesus Kristus. Dalam lukisan The Last Supper, Maria Magdalena digambarkan menggunakan warna jubah yang terbalik dengan Yesus Kristus. Posisinya pun cocok berdampingan dengan Yesus kalau disimulasikan. Agaknya melalui lukisan The Last Supper ini, Leonardo pun mengirim pesan bahwa Maria adalah benar-benar istri Yesus. Digambarkan bahwa Maria Magdalena adalah sosok penting dalam kehidupan Kristiani.
Catatan pinggir: Bener tidak sih kalau Maria Magdalena adalah istri Yesus? Banyak penulis modern, meyakini bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus, termasuk Dan Brown. Sebenarnya tidak ada bukti tertulis yang dengan jelas menyatakan hal ini. Semua masih dalam teori, belum terbukti kebenarannya. Kebanyakan tulisan didasarkan pada aliran gnostik.
Dalam film ini digambarkan bahwa Gereja Katolik sebenarnya sudah mengetahui semua kenyataan tentang Maria Magdalena ini, tetapi mereka rahasiakan sejak 2000 tahun yang lalu. Kenapa harus dirahasiakan? Karena khawatir kekuatan feminimisme akan muncul ke permukaan. Maria Magdalena memiliki pertalian darah yang sangat dekat dengan Yesus. Pada saat Yesus disalibkan, Maria sedang mengandung. Setelah lahir, anak Yesus dibawa ke Perancis. Dan setelah dirunut, ternyata Sophie adalah salah satu keturunan langsung dari Yesus.
Leonardo sendiri bisa tahu rahasia tersebut karena dia adalah anggota Priory of Sion. Rahasia tersebut ditaruh dalam karya-karyanya termasuk dalam The Last Supper ini.
Catatan pinggir: Teori bahwa Leonardo Da Vinci adalah bagian dari Priory of Sion dan makna-makna hasil karya lukisan Da Vinci adalah merupakan keyakinan Dan Brown (penulis). Yang namanya teori, bisa-bisa saja dong sampai nanti benar-benar terbukti. Tapi kapan terbuktinya? Mbuh lah. Hehehe…
Leigh yakin bahwa pada suatu saat Priory of Sion akan membuka rahasia ini dan akan mengguncangkan keyakinan pada penganut Katolik khususnya. Leigh sendiri, secara pribadi, punya keinginan untuk membuka rahasia ini kepada dunia. Leigh yang sebenarnya adalah “The Teacher” berhasil menjual ide (dengan suara tersamar) untuk mencari Holy Grail ini kepada ketua Opus Dei (Bishop Aringarosa), sehingga Opus Dei bersedia membiayainya. Ini menjadi ambisi pribadinya. Dia jugalah yang memberitahu Silas untuk membunuh para petinggi Priory of Sion. Dia jugalah yang memanfaatkan setiap orang (termasuk Prof Langdon dan Sophie) untuk mendapatkan keystone tersebut untuk dia.
Catatan pinggir: Silas juga terpedaya karena Leigh ini. Jadi yang paling jahat si Leigh ini nih. Hehehe.
Singkat cerita akhirnya Professor Langdon dan Sophie sudah berada pada posisi terancam hendak dibunuh oleh Leigh. Leigh meminta Sophie untuk membuka keystone, tapi tentu saja Sophie tidak tahu. Yang tahu justru Langdon, yang secara diam-diam sudah mengeluarkan pesan rahasia sebelum keystone tersebut dibuat rusak. Kedua kode untuk membuka tabung itu adalah S-O-F-I-A dan A-P-P-L-E. Dari mana Professor Langdon dapat mengetahuinya? Silahkan nonton film nya. Hehehe.
Leigh akhirnya tertangkap polisi.
Bishop Aringarosa tertembak oleh Silas, secara tidak sengaja. Silas kemudian terbunuh dalam baku tembak dengan polisi.
Pesan rahasia sudah ditangan Langdon dan Sophie. Dari pesan tersebut, mereka pergi ke sebuah Chapel kecil. Memang benar dahulu Holy Grail (makam Maria Magdalena) pernah disimpan disitu. Tapi sudah tidak ada lagi. Yang ada adalah dokumentasi tentang keturunan langsung dari Yesus yang mana ujungnya adalah Sophie Neveu. Di Chapel kecil ini, Sophie menemukan saudara lelakinya, neneknya (istri dari Jacues Sauniere, sang kurator) dan saudara-saudaranya yang lain.
Langdon pergi, dan akhirnya menemukan makna sebenarnya dari pesan rahasia dari dalam keystone tersebut. Ternyata Holy Grail masih tersimpan dengan aman di dalam tanah persis di bawah piramida kecil yang berada di bawah piramida terbalik. Piramida kecil melambangkan lelaki, piramida terbalik melambangkan wanita.
Catatan pinggir: Akhir cerita menunjukkan bahwa rahasia itu masih terus tersimpan. Apakah benar memang ada rahasia yang terus disimpan oleh Gereja Katolik Roma? Apakah benar Maria Magdalena adalah istri Yesus? Apakah benar Leonardo Da Vinci memberikan makna-makna tersebut dalam lukisannya? Semua itu diramu dengan baik oleh sang penulis menjadi adonan kue kebingungan. Tentunya kalau kue kebingungan ini dimakan, bisa jadi kita ikut kebingungan. Bagi yang tidak memakan kue itu, tentu saja tidak akan bingung. Anggap saja kue itu berada di depan mata, namun tidak perlu dimakan. Hehehehe… Iman tidak akan dapat dilunturkan hanya dengan makan kue seperti ini. Ingatlah makna iman itu sendiri… “”. Amin.