Pernahkah merenungkan bahwa kupu-kupu yang indah adalah berasal dari ulat dan kepompong yang kelihatannya “jelek”?. Pada saat ia masih menjadi ulat yang akhirnya menjadi kepompong, tidak ada yang mengatakannya indah, memujinya, memandangnya.
Tetapi begitu kepompong tersebut berubah menjadi kupu-kupu yang indah, maka pujian pun mulai mengalir, berdatangan. Bagi yang memandangnya, sering terungkap kata-kata kekaguman.
Keindahan kupu-kupu tidak hanya berasal dari warna dan pola simetrisnya, tetapi lebih jauh dari itu, ia menjadi indah karena motif yang mendalam yang ada pada kedua sayapnya. Motif yang membutuhkan perenungan, penglihatan dan perasaan.
Siapapun tidak akan menganggapnya indah, kalau seandainya ia tidak terbang, kalau seandainya ia hanya bisa terbang lurus, kalau seandainya ia terbang sambil bersuara, kalau seandainya ia menyengat. Tetapi ia benar-benar indah karena ia tidak seperti itu.
Begitu menakjubkan karena kode yang tersimpan pada ulat dan kepompong ternyata berubah menjadi sesuatu yang sangat indah…