Mar 3

2 jam tambah 13 jam tambah 3 jam, total 18 jam terbang. Terbang agak memutar karena lewat Amsterdam. Akhirnya sampai juga di Athens, dari Jakarta.

Dalam perjalanan, sampai dengan Amsterdam, masih banyak terlihat orang Asia. Apalagi orang Indonesia. Masih terdengar ada yang berbicara bahasa Indonesia. Begitu masuk ke gate penerbangan berikutnya, menuju Athens, tidak ada lagi orang Asia. Sendiri.

Fly over Europe

Lagi musim dingin, terlihat hanya segelintir orang saja yang pakai baju lengan pendek. Dari yang pakai lengan pendek, hanya satu yang badannya tidak besar dan gemuk. Yang lainnya gede-gede badannya.

Sampai Athens, yang menjemput khawatir dan sudah memanggil lewat corong pengumuman. Pesawat mendarat lebih cepat dari jadwal. Tapi yang mau dijemput tidak nongol lebih cepat. Tapi itu karena bagasi yang memang agak lambat keluar. Pak supir baik, bisa bahasa Inggris. Cekin di pentelikon hotel, di daerah Kifisia. Hotel klasik. Di Athens, semua yang berbau klasik dipertahankan.

Setelah cekin di hotel, langsung tur keliling kota. Lumayan untuk melihat situasi Athens. Hari Minggu, tidak terlalu macet. Si supir rada ugal-ugalan. Tidak terlalu beda dengan para supir di Jakarta. Banyak pengendara mobil lain yang mengumpat kepada dia. Terlihat betul, saat pengendara lain melewati mobil kami, mereka teriak-teriak memarahi. Anehnya, sang supir tidak perduli. Dia cuma menjawab singkat “I don’t know what they are talking about” dan terus melaju. Si supir pindah jalur seenaknya.

Mulai dari mengunjungi karnaval yang cuma ada 1 kali setahun. Ramai betul, orang berjubel. Disitulah terlihat bagaimana aslinya orang Greece saling berinteraksi. Ada terlihat beberapa diskusi diantara mereka yang kelihatan tegang, tapi sebenarnya mereka cuma mengatakan tidak bisa lewat sini karena sudah penuh orang-orang.

Stadium olimpiade tidak jauh dari lokasi hotel. Kantor tempat nanti bekerja juga tidak terlalu jauh dari stadium olimpiade. Semua di daerah Maroussi, dekat dengan Kifisia. Kifisia adalah daerah elit yang ada di sebelah Utara Athens.

The Acropolis

Kemudian mengunjungi Acropolis, melihat peninggalan yang memang tetap dilestarikan. Dulu salah satu fungsi Acropolis adalah tempat mengumpulkan air. Dari situ, air dialirkan ke rumah penduduk. Batu marmer ada dimana-mana. Terlatak di tengah-tengah Athens. Ini adalah simbol dan monumen arsitektur bangsa Yunani. Banyak peninggalan bersejarah lainnya, termasuk Temple of Zeus, Herodion, Theatre of Dionysios.

Juga sempat mengunjungi Plaka, disini tempat orang-orang hang out di tengah kota. Jalanan sempit, tapi suasana enak. Kemudian lanjut ke Houses of Parliement, persis di seberang Syntagma subway station. Security nya diganti setiap jam. Dan pada saat berganti banyak orang yang melihat karena mereka melakukan semacam prosesi tertentu.

So far, so good. Menarik. Besok mulai meeting dengan para calon anggota proyek. Juga akan bertemu dengan beberapa calon konsultan lokal. Hari Selasa akan pergi ke Patras. Ini semua untuk persiapan proyek yang berikutnya. Salam dari Athens.

Read the rest of this entry »